Tampilkan postingan dengan label BULLETIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULLETIN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 April 2021

SUPERMASI ALLAH

Kemudian supermasih Allah  akan ditegakkan di tanah Papua. 

Apakah Tuhan tidak berdaya dengan kejahatan yang merajalela di mana-mana? Bencana alam bertubi-tubi menimpa bumi ini, penyakit-penyakit aneh yang mematikan terus bermunculan, peperangan semakin meluas dan kekacauan hampir-hampir tidak dapat dikendalikan. Bukankah semua itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan ketidakberdayaan Tuhan? 

Memang kejahatan tampaknya berdaya, seakan Tuhan yang keok. Namun Alkitab mencatat bahwa satu hari kelak supermasi Tuhan akan ditegakkan juga. Hari Tuhan adalah hari pembalikan semua kejahatan manusia. Tuhan akan berperang menghancurkan mereka. Ia akan menegakkan kekuasaan-Nya atas bangsa-bangsa yang ditandai dengan menjejakkan kaki-Nya di atas bukit Zaitun dan meluputkan umat-Nya dengan melakukan perbuatan yang heran akan munculan dari timur jauh Papua. Tuhan akan memerintah sebagai Raja dan menjadikan Papua sebagai pusat pemerintahan-Nya. Dari kota ini akan mengalir keselamatan tanpa henti yang meliputi seluruh bumi, sehingga hanya Tuhan saja yang di sembah, dan dipuji. ditimur jauh Papua sendiri akan dipulihkan sebagai kota Allah bahkan akan dimuliakan. Allah juga akan menghukum orang-orang yang menyerang orang timur jauh Papua. Bangsa-bangsa kafir yang masih tinggal akan datang menyembah Raja, mereka akan ikut merayakan hari raya Pondok Daun sebagai tanda dihisapkannya mereka dalam bilangan umat Tuhan. Dan akhirnya segala macam bentuk kejahatan yang pernah ada akan ditiadakan oleh Tuhan sendiri. 

Apakah saat ini Anda sedang mengalami atau menyaksikan kejahatan di sekitar kita? Apakah itu membuat Anda meragukan Tuhan? Jangan bimbang! Kristus sudah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Kejahatan memang ada dan sedang melebarkan pengaruhnya, tetapi semua dalam kendali Allah yang berdaulat. Saatnya akan tiba, kita akan melihat pemerintahan Tuhan kita ditegakkan secara mutlak, kejahatan pun akan tumpas habis. Amin Haleluya.

Senin, 18 November 2019

AWAS, BANYAK PENYESAT!

Di dalam bagian ini, Ketua Sekum Persekutuan Doa Tubuh Kristus, Melkianus Keiya,SH.Mc. memberikan peringatan kepada pembacanya agar bersikap kritis dalam menghadapi para penyesat yang ada bersama-sama dengan mereka di dalam satu lingkungan Persekutuan Doa Tubuh Kristus Meepago dan sekitarnya. membeberkan beberapa contoh pemberontakan yang secara gamblang dan pasti mendatangkan hukuman. Ia mulai dengan sejarah ketidaktaatan bangsa Israel (Yudas 1:5), malaikat yang tidak taat (Yudas1:6), dan dosa penyimpangan penduduk Sodom dan Gomora (Yudas 1:7). Melkianus juga mempertajam adanya dengan menyebutkan tingkah laku para penyesat yang cepat menghujat semua yang mulia di surga (Yudas 1: 8-9), dan bertindak seperti Kain: sang pembunuh saudara, atau seperti Bileam: si pengajar bangsa Israel untuk berbuat dosa. lanjut Keiya. 

Para penyesat ini ibarat gembala palsu yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab kepada orang lain, kecuali bagi dirinya sendiri. Pangkal perbandingan dalam Yudas 1:12b adalah jelas karena awan-awan dan pohon-pohon memang menjanjikan suatu hasil, namun kenyataannya gagal sama sekali. ungkapnya.

Sama seperti bangsa Israel, sekalipun telah menerima hak istimewa, mereka tetap dapat jatuh ke dalam malapetaka. Kita juga tidak dapat memandang diri kita sudah aman, oleh sebab itu kita perlu selalu berada di dalam kewaspadaan terhadap hal-hal yang keliru sebagai berikut:
1). Sekali-kali jangan melarang dan membatasi membaca dan merenungkan ayat-ayat Alkitabia.
2). Tidak boleh ada perbandingan antara Yesus berpuasa 40 hari dan kita 30-50 hari berpuasa.
3). Tidak boleh menyembunyikan jejak Kuasa Allah sedang bekerja dalam umat Persekutuan Doa Tubuh Kristus Meepago saat ini. 
4). Tidak boleh memberikan Jenis kelamin untuk Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Rohkudus tanpa dasar ayat Firman Tuhan.
5). Tidak boleh mendoakan orang dengan kurbang ayam, babi, anjing, ikan leleh dll.
6). Tidak boleh dibaptiskan anak-anak dibawa umur batita balita dll.
7). Dilarang pedofilia tranfer Roh.
8). Dilarang menyambil sikap tranfer dan atau pembagian Roh secara fisik dengan kekuatan manusia.
9). Tidak boleh melakukan kegiatan ritual Puasa bersamaan dengan jenis yang berbeda.
10).  Tidak boleh ada sikap perbandingan rohani di antara Gereja Kingmi, Katholik, GKII, dan lain-lainnya.
11). Saling menghargai dan mendengarkan satu sama lain disaat-saat mengadakan pertemuan Tuaria.
12). Sekali-kali tidak boleh berjiwa roh mamon seperti berjudi Togel, termasuk game Ludo dll.
13). Dilarang menyampaikan Firman saat ada masalah dalam keluarga.
14). Jangan melarang bagi Pegawai Negeri Sipil, DPD,DPRRI,DPRP,DPRD, TNI, POLRI dan lain-lainnya, berdasarkan masing-masing karunia saat ketika mereka menyampaikan Firman Tuhan sebab Tuhan pake dan berlaku bagi barang siapa percaya dan menjaga kekudusannya.
15). Berhentilah bahwa Ketika hamba Tuhan menegaskan dan menegur sesuatu hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan lalu kemudian hari berikutnya ada halangan menghampiri kepada hamba Tuhan tersebut maka dikatakan ini pembalasan dari Rohkudus.
16). Berhenti menangkal darah Tuhan Yesus Kristus Juruselamat bagi umat Manusia.
17). Berhenti menangkal dan mengatakan Yesus itu anak berhubungan sex darah Maria dan Yusuf kemudian ia adalah manusia.
18). Berhenti menyatakan Roh itu burung merpati tidak berguna.
19). Berhenti menyatakan dan membatasi Karunia Pengetahuan, dan hikmat dll.
20). Berhenti mengangkat ajaran Nikolaus Wahyu 2:6 dan 15.
21). Berhenti tidak dilayani atau diperingati hari Kematian, Sabat, dan hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
22). Tidak boleh tumpangtangan dari kaum wanita atau pria tanpa memenuhi syarat diakenia.
23). Tidak boleh mengajarkan bahasa Roh secara tabiat ideal manusia.
24). Tidak boleh mengangkat sejarah dongeng atau bersifat mitos apapun.
25). Tidak boleh menyembah dewa batu, kayu, atau berbentuk sesuatu apapun juga. lanjut Keiya.

Untuk mengantisipasi kondisi ini maka kita harus mengingat bahwa demikian juga mereka yang mengacaukan Persekutuan Doa Tubuh Kristus meepago, tidak pernah memandang diri mereka sebagai musuh-musuh teman dalam Persekutuan Doa Tubuh Kristus Meepago, melainkan menganggap diri mereka sebagai pemikir-pemikir yang sudah lebih maju atau suatu golongan yang berada didalam anggota Persekutuan Doa Tubuh Kristus biasa. Kelompok pengacau ini sering dikenal sebagai kelompok elite rohani palsu. Kita perlu mewaspadai mereka dengan sungguh-sungguh. Para penyesat yang sedang melancarkan propaganda ajarannya tidak pernah memasang plang atau spanduk yang bertuliskan bahwa mereka adalah penyesat. Kitalah yang harus selalu memperingatkan diri sendiri dan saudara seiman agar tidak tertipu oleh para penyesat yang berada dekat dengan jemaat. Alih-alih mereka yang mempengaruhi kita, kitalah yang seharusnya mempengaruhi mereka dengan ajaran yang benar, am, dan Kudus. [mkeiya].

Senin, 11 November 2019

FAKTA ALIRAN SESAAT DI PAPUA

Fakta Aliran Sesat di Papua
, Pemimpin Tua-Tua Mengaku Melewati Yesus berpuasa 40 hari hingga Larang Memakai Alkitab. Senin, 11 November 2019 | 19:48 WIT

Realita - Marinus Adii, Piter Keiya dan Sprianus Adii  ditetapkan sebagai tersangka penodaan pelecean berpuasa 40 hari Yesus Kristus dan dilarangan memakai ayat-ayat Alkitab.

Kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Persekutuan Doa Tubuh Kristus Nabire Kegata Makataka ini mengaku dipimpin oleh Roh.

Persekutuan Doa Tubuh Kristus Nabire, Kegata, dan Makataka
 adalah aliran sesaat nyata-nyatanya.

Melkianus Keiya mengatakan bahwa, kelompok ini telah memakai sekte-sekte sesaat nyata dan fakta berdasarkan bukti secara akurat, namun, menyimpang jauh dari ajaran aliran agama yang sebenarnya.

Berikut 2 fakta dari Kelompok Jaringan Doa atau Persekutuan Doa yang dianggap sesat:

1. Dilarang menguraikan Firman atau Khotbah dengan ayat-ayat Alkitabia.
2. Anggap diri sebagai kuasanya lebih besar dan melebihi Yesus Kristus karena standart Perbandingan Doa Puasanya.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai agama penodaan tersangka adalah seorang PNS, seorang Ketua Rukung Tetangga. dan seorang Wirawasta di Papua.

Mereka adalah Marinus Adii, Piter Keiya dan Sprianus Adii

Kelompok tersebut sudah ada sejak beberapa tahun tersilam. Namun, ajaran kelompok ini justru menyimpang dari ajaran Agama yang sebenarnya.

"Awalnya kelompok ini mengajarkan Berfirman, Berdoa, Berpuasa, memuji dan menyembah dalam Roh dan kebenaran yang sama dengan Gereja Betel di Indonesia. Namun, lama kelamaan kelompok ini justru menyimpang dari ajaran Sekte sesaat," kata Melkianus Keiya, Senin (11/11/2019).

Sebelum menerima kelompok ini sebagai tersangka, Melkianus telah meminta keterangan dari beberapa surat keterangan pendukun Gugatan dari berbagai aliran agama dan ahli Kasi Urusan Agama-Agama bahkan Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai, termasuk para ketua forum kerukunan umat beragama (FKUB). sambil  melakukan klarifikasi dengan Pihak Kepolisian...km.


Minggu, 29 September 2019

FOR US WEST PAPUA PEOPLE ARE PRAYER AND FASTING

When suffering, sometimes we assume that God does not care about our suffering.  Certainly wrong if we think so.  Our God is a God who is very concerned about human suffering, especially the suffering of the people of West Papua.  We must understand that God is very concerned with our suffering, West Papuans, so don't stop shouting to God through Prayer and Fasting to give us help.  If help does not come the way we want, then we must believe that it is not because God does not care, but there must be a plan for God behind the suffering.  Conversely, we must also be careful not to oppress those who are weaker because when they cry out to God, God will surely hear their cry and will show wrath to us, who oppress those who are weak.

 What makes our ministry successful is not because of us but who God sent us to!  He is a sovereign God to accompany and equip us (Exodus 3:12).  Therefore, we must rely on Him in everything that He entrusts according to His will, in His way, according to His time.

 The important thing is we are ready to be formed, obedient arranged time to pray and fast, keep holiness, and surrender to be sent by Him.  God also, give me the revelation of Your thornbush to me so that I may snap from my dry spirit and rise to fight my enemy.

Jumat, 17 Mei 2019

SALING BANTU MEMBANTU ANTARA SATU SAMA LAIN


Tentang saling bantu membantu antara umat beragama, sambil pikul kayu papan balok enam belas kubik 4 meter, milik kepala desa Anthon Pekei, Kampung Tipamani, dari tempat Waiyai ke Idewaa. Distrik Tigi Timur Kabupaten Deyai, Provinsi Papua. dengan perjalanan ketempat angkutannya cukup di siknifikan jaraknya kurang lebih 7 kilo meter, disampaikan oleh Pdt Niko Auwe dicela-cela aktivitas gotong royong yang dilakukan oleh umat Persekutuan doa Tubuh Kristus dari Nabire Kegata sampai Makataka Paniai Papua.


lanjut Pdt Niko Auwe, tentang seluruh denominasi gereja yang terus mengalami konflik niscaya tidak akan maju dan tak akan jadi berkat. Ini akan berdampak serius, gereja itu akan mengalami kemunduran. Tentu saja gereja semacam ini tidak memuliakan Tuhan. Oleh karena itu, kesatuan dalam umat persekutuan doa tubuh kristus sangat penting bagi perluasan Kerajaan Allah.ujarnya.

selanjutnya Pdt Niko, bahwa Tuhan Yesus Kristus berharap agar  anggota persekutuan doa tubuh Kristus hidup berpandangan dengan panggilan kita adalah sebagai berikut: (1), yaitu hidup seperti Kristus: rendah hati, lemah lembut, dan sabar (2). umat persekutuan doa tubuh kristus harus penuh kasih dan saling membangun. dan (3). Dalam persekutuan doa tubuh kristus harus ada usaha memelihara kesatuan Roh yang diikat oleh damai sejahtera, sebagaimana orang percaya merupakah satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, serta satu Allah dan Bapa. (Efesus 4:5,6).tuturnya.

ditambahkan oleh Pdt Niko, Paulus menugasi para pemimpin rohani untuk memperlengkapi umat Tuhan (efesus 4:12). Tujuannya adalah agar jemaat terdidik dalam pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus, mencapai kesatuan iman yang sejati dan memiliki pengenalan yang benar akan Kristus, serta bertumbuh sesuai kepenuhan Kristus. Dengan demikian umat tidak mudah diombang-ambingkan ajaran sesat, kepalsuan, dan tipu muslihat manusia yang ingin menjauhkan umat dari Tuhan. Sebaliknya, umat dapat bertumbuh dan berdiri teguh dalam kebenaran yang didasarkan pada kasih serta semakin serupa dengan Kristus sebagai Kepala jemaat. Di samping itu, umat tuhan persekutuan doa tubuh Kristus dapat saling membangun, mengasihi, dan melayani berdasarkan karunia dan jawatannya masing-masing.

lanjut, Kita juga adalah anggota Tubuh Kristus yang beraneka ragam dengan peranan yang beragam pula yang disediakan oleh Tuhan. Sebab itu kita harus saling menghargai, saling mengisi, dan saling melayani sesuai berdasarkan karunia dan jawatan masing-masing. Kristus telah mempersatukan kita, tetapi tidak berarti bahwa kita adalah seragam. Dalam kesatuan itu, kita tetap memiliki keragaman agar kita dapat saling memperlengkapi di antara sesama umat Tuhan. Oleh karena itu, kesadaran akan kesatuan kita sebagai anggota tubuh Kristus harus diimbangi dengan kesediaan untuk menerima keanekaragaman di antara kita.(mk)

Rabu, 08 Mei 2019

KEGIATAN PENGESAHAN REVISI PROGRAM KERJA TUARIA, TAHUN 2019.


Kegiatan pengesahan revisi program kerja tuaria, tahun 2019. Persekutuan doa tubuh Kristus Meuwo Tota Mana 'METOMA' Nabire Kegata sampai Makataka, Paniai Papua. telah diselenggarahkan pada hari tanggal selasa, 7 mei 2019, di Dakikebo Madi Enarotali Kabupaten Paniai, dengan dicela-cela penyelenggarahan pengesahan revisi program kerja Tuaria tahun 2019, Ketua umum sekpel Melkianus Keiya, SH.Mc. Menyampaikan sambutannya bahwa rasa bersyukur kepada hadiratnya Tuhan yang Maha Esa sehingga tanpa halangan berjalan melaksanakan kegiatan dengan kondusif.

Selanjutnya, ketua Sekpel  Melkianus  mengapresiasi beberapa pesan tentang kondisi keberadaan jemaat akhir dekade berikut ini. 1). dengan rasa semangat memproduktifitaskan konkrik semayam perkembangan spritualitas bagi generasi mudah dikalangan persekutuan doa tubuh Kristus. 2). kurangnya trends derajat dalam akhlak seseorang terhadap  rasa memiliki  antara satu sama lain mengakibatkan nilai luhurnya semakin minus. 4). prioritaskan lesasi penuh semangat dengan relevan meningkatkan kasih mula-mulah melalui pujian penyembahan dan doa puasa. 5). banyak umat Tuhan  yang buta permasalahan hukum, politik dan kuasa Tuhan. Konsekuensinya: (Kisah parah rasul 16:1). Umat Persekutuan doa Tubuh Kristus seringkali dilecehkan oleh pihak lain, (Kisah parah rasul 16:2). Ibadah tidak berdaya, untuk memberdayakan jemaatnya berkiprah di bidang ini, (Kisah parah Rasul 16:3). Ibadah persekutuan doa tubuh Kristus 'mengagungkan' kuasa Tuhan secara ekstrim sehingga mengharamkan segala bentuk pemberdayaan intelektual demi kepentingan Ibadanya. Paulus memberikan teladan bagi Ibadah persekutuan tubuh Kristus, dalam mengkombinasikan kuasa Allah yang menyertainya dengan hukum dan politik yang ia kuasai. ungkapnya.

lanjut, Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi karena kelicikan para tuan hamba perempuan yang sudah bertobat itu, yang mengangkat hukum sebagai isu utama untuk menutupi isu ekonomi, (Kisah  parah rasul 16:21). Dakwaan yang dijatuhkan sudah memenuhi aspek legal, karena hukum Romawi melarang warga negaranya menjalankan tata ibadah sebuah agama yang belum disahkan oleh pemerintah setempat, namun biasanya ada toleransi sejauh Ibadahnya itu tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik. (Kisah parah rasul 16: 20,21). Di penjara, Paulus dan Silas tetap berdoa puasa seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus, (Lukas 18:1). doa puasa dan memuji, menyembah Tuhan sebagai tanda sukacita. Kesukacitaan di tengah penderitaan yang tidak seharusnya dialami dikalangan umat Tuhan, memanifestasikan keselamatan sejati yang selalu mengatasi segala keadaan. Kuasa kesaksian mereka diperkuat oleh Allah dengan gempa bumi yang mendobrak pintu penjara dan belenggu mereka. Peristiwa ini dan firman Tuhan yang diberitakan Paulus membawa kepala penjara dan seluruh keluarganya kepada keselamatan. ujarnya.

lanjut melkianus, Mengapa mereka tidak segera keluar dan mengapa baru sekarang mereka menggugat. (Kisah parah rasul 16:37 dan pasal 16:1). mereka ingin menegaskan bahwa kuasa Allah melebihi segala kekuatan hukum yang dimilikinya sebagai warga negara Romawi, yang tidak boleh didera dan dipenjara tanpa proses pengadilan. (Kisah parah rasul 16:2). ia ingin mengajar para pejabat pemerintah bahwa umat persekutuan tubuh Kristus, tidak bisa diremehkan dan dilecehkan begitu saja secara hukum dan politik karena mereka 'melek' hukum. (Kisah parah rasul 16:3). Orang beriman umat persekutuan Tubuh Kristus bukanlah agamawi 'murahan' karena dianut oleh warga negara Romawi yang terhormat.

akhirnya. Nyatakanlah bahwa umat persekutuan Tubuh Kristus tidak bisa dilecehkan secara hukum dan politik. Wartakanlah bahwa umat  persekutuan Tubuh Kristus bukanlah agamawi kelas 'kacangan' yang dianut oleh orang-orang yang mudah dilecehkan. (mk)

Selasa, 08 Januari 2019

ALLAH BERHAK MENGATUR HIDUP KITA.


Siapakah yang berhak mengatur hidup kita? Diri kita sendiri? Apakah yang kita gunakan sebagai standar hidup? Hati nurani, hukum pemerintah, atau hukum gereja? Jika kita mengaku beriman, sudahkah kebenaran Allah saja yang mengatur hidup kita? Hukum-hukum itu mengatur hubungan umat-Nya dengan diri-Nya dan antar sesama umat-Nya. Hukum-hukum ilahi itulah yang diucapkan Allah langsung kepada Musa untuk disampaikan kepada umat manusia, terutama kepada umat pilihan Allah.

SAYA MILIKI?

Sah milik Allah. "Akulah Tuhan Allahmu...." adalah pengesahan bahwa Allah adalah Allah bagi umat yang berimani dan semua orang adalah umat kesayangan-Nya. Umat kesayangan Allah ini telah melihat karya besar Allah dalam awal kehidupan mereka berumat. Allah menunjukkan keterlibatan besar dalam hidup mereka. Perbuatan ajaib Allah itu alasan yang membuat mereka hanya perlu taat pada Allah yang Ajaib dan Besar. Tidak ada ilah lain yang patut disembah di samping Tuhan Allah.

MENYEMBAH KEPADA?

Wujud nyata menyembah Allah. Bagaimanakah seharusnya umat Allah memulai hubungan pribadi sebagai umat milik Allah?

PERTAMA Sembah Dia saja. Hanya Dia yang telah menyatakan Diri kepada mereka, Allah sejati, bukan yang lain. Allah nyata dalam karya-Nya yang besar dan di dalam firman-Nya.

KEDUA, Allah melarang umatnya membuat apapun yang dapat menggantikan kehadiran-Nya. Allah tidak ingin dinomorduakan.

KETIGA, nama-Nya harus ditinggikan, dan dimuliakan. Menyebut nama-Nya dengan sembarangan sama dengan tidak meninggikan Dia.

KEEMPAT, bersekutu dengan-Nya pada hari Sabat. Persekutuan dengan-Nya membuat manusia makin mengenal dan terus berharap pada-Nya.

Keempat hal tersebut perlu dipelihara dan dijalankan oleh umat Allah.

UCAPAN SYUKUR.

Syukur pada Kristus yang telah memperkenalkan Allah lebih jelas karena Kristus adalah gambar wujud Allah (Ibrani 1:2-3). Di dalam dan melalui Kristus kita dapat mengalami hubungan pribadi lebih dekat lagi dan pasti adanya.[KM]

Rabu, 02 Januari 2019

TERPIKAT OLEH KARYA ALLAH

Pelayanan Tuhan Yesus yang begitu menakjubkan, yang disertai tanda-tanda mujizat, kian menjadi perhatian orang-orang Yahudi dari rakyat biasa sampai di kalangan tokoh-tokoh agama. Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, datang dan menyatakan pengakuannya bahwa Tuhan Yesus sebagai guru yang diutus Allah. Tuhan Yesus mengarahkan percakapan-Nya pada esensi hidup dengan menegaskan syarat untuk masuk dalam persekutuan dengan Allah. Sebagai pemimpin agama Yahudi, Nikodemus tidak dapat memahami dirinya Seolah-olah seperti ada selumbar yang menghalangi penglihatan rohaninya. Namun tak dapat disangkal bahwa ia terpikat oleh karya Allah yang nyata dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus.

Kasih hendaknya berwujud. Kasih Allah kepada manusia dinyatakan dengan jelas dalam pengutusan Anak Tunggal-Nya. Tujuannya adalah agar melalui misi itu selain sebagai ekspresi kasih dan kepedulian Allah kepada manusia, adalah juga untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa. Bahwa kasih Allah yang diwujudkan di dalam pengutusan Kristus harus kita responi dengan mengasihi Allah lewat ketaatan untuk hidup dalam terang. Jelanglah tahun yang baru dengan semangat baru, semangat meresponi kasih Allah yang nyata dalam hidup kita.

Senin, 31 Desember 2018

THE LORD'S HELP FOR THE OBSERVED

Everyone who teaches and witnesses the truth of God's
word, must first read, understand, and apply teaching in his life.

Our lives are always colored by various problems and struggles. But there are times when we feel that God's help seems to be absent. In this situation, we question God's goodness. But is it true that God does not help?

Ezra's life is an example for us to maintain our loyalty in service to God, even in the absence of hope. Because there will be when God declares His helping hand. Therefore remember that God's help will be real with His people who show loyalty to Him.
[Keiyamechy]

Selasa, 20 November 2018

PENGHINAAN AGAMA SELAIN KINGMI DAN KATHOLIK OLEH KEIYA W ELIA KEPALA (PNPM) MANDIRI RESPEK PAPUA KABUPATEN NABIRE.

Hoax oleh Keiya W Elia (via Messenger).

Atas nama saya sendiri KEIYA W ELIA menyampaikan beberapa fakta tentang Agama Kristen Protestan Denominasi KINGMI dan Agama KHATOLIK adalah MAMA kita orang mee tiga Kabuapten Paniai, Deiyai dan Dogiyai selain dari GPI, GKII, GKI, GBI, GPdI, PDTK, YEHOVA, ISLAM, HINDU, BUDHA DLL. Adalah agama munafik Sebab karena yang pernah memberikan  kepastian hidup berimani kepada Tuhan yang benar tetapi meuwo hari ini tersebar dgn beberapa persekutuan penyesak diantaranya :
1. Persekutuan Tubuh Kristus
2. Persekutuan Kasih
3. Persekutuan Roh mabuk
4.  Dan Beberapa persekutuan lainnya. kata keiya w elia

Persekutuan ini mempengaruhi umat KINGMI dan KHATOLIK di meuwo pakai air saitun roh hipnotis bahwa agama KP KINGMI dan KHATOLIK ini tidak ada Roh Tuhan. Saat mereka sampaikan hal penting menurut mereka, saat itu juga konsentrasi warga jemaat berubah langsung masuk kedalam ajaran mereka.

JD, sobat ini masalah serius yang setiap kita dari kedua gereja tadi melihat dgn baik, karena saya pastikan persekutuan ini jelas jelas mengajarkan ajaran sesat.

Bukti real yang saya pernah ketahui sbb:

1. Gereja meuwo terjadi cerai berai akibat salah info dari Persekutuan tubuh Kirstus oleh Pdt. RUBEN MAGAI Tahun 1999. Tahun 1999 persekutuan GKI itu edarkan sebuah surat ke gereja gereja di meuwo bahwa tahun 1999 adalah tahun jaga2 Dunia mau kiamat JD semua orang wajib mengaku dosa dan bertobat, saya waktu itu umur masih   kecil  pernah mengaku dosa dari gereja kami.

Tahun 1999 persekutuan tubuh Kristus atau GKI dibawa pimpinan Pdt. R Magai ini telah menyiapkan sebuah kegiatan konferensi Akbar tujuan mereka untuk menjemput Tuhan Yesus  tempatnya dari  Egaidimi di Mapia.

Jadual konferensi tersebut adalah kegiatan harus mulai  tahun 1999, bulan 9, jam 9 menit 9, detik 9 di hari yang ke simbilan.

Tahun 1999 semua org pada jaga jaga menunggu dunia kiamat dan Tuhan Yesus mau datang.

Sekarang Tahun 1999 lewat TDK ada tanda tanda sesuai harapan kelompok Tubuh Kristus GKI itu, tahun 2000 sama juga.

Klender tahun 2001 sdh keluar, iman dan kepercayaan orang mee di wilayah meuwo di kacaukan oleh kelompok tubuh Kristus GKI itu justru  pemuda/majelis/diakon/pastor dll Meuwo yg tadi nya iman bagus sudah mulai hancur total akibat ajaran kelompok penyesat iu.

Mengapa banyak warga gereja yg tadinya mati hidup didalam gereja keluar dan melakukan hal hal terlarang Tuhan meuwidide ???

Waktu itu  mereka katakan Pdt/pastor selalu kotbah dimimbar kait2kan dgn  air bah zaman Nuh, api batu dari laingit musnahkan  zaman lot  dll adalah tipu belakah.

Isi surat yg persekutuan Tubuh Kristus GKI edarkan waku itu, sempat saya dengar dibacakan dari gereja kami bahwa :
1. Para Agamawan, para ilmuan dari Amerika serikat dan Israel mencobah di komputer canggih yg tidak bisa tipu  untuk memastikan  setelah  tahun 2000 apakah ada tahun kelanjutan  atau tidak tetapi yang muncul di komputer canggih itu nol nol nol 0 0 0.

 JD  pikiran penyesat yang kelomook ini kembangkan tahun 1999 adalah benar benar di pake oleh LUSIFER dari Gopouya egaidimi untuk menganggu umat Tuhan yang adalah kelompok awam dikampung kampung. Karena  apa yang mereka sampaikan waktu itu adakah conek langsung jd masuk diotak Krn umat Tuhan di meuwo selalu mengikuti kotbah tentang  contoh2 kejadian perjanjian lama 2000 genap Tuhan datang air bah untuk musnahkan zaman Nuh dan tahun 2000 lewat pada  saman lot  murkah Tuhan api batu dari langit di musnakan sodom dan  gomora.

Ajaran Tubuh Kristus GPI, GKII, GKI, GBI, GPdI, PDTK, YEHOVA, ISLAM, HINDU, BUDHA DLL. yang tersebar di meuwo adalah  sangat sangat bertentangan dgn ajaran Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Roh Allah yang benar bagi kita orang KINGMI dan KATHOLIK.

Krn mereka kembangkan banyak hal menyimpang dari ajaran Tuhan Allah yang benar.

Contoh real yang saya pernah dialog dgn salah satu anggota Persekutuan tubuh yang dari Enarotali  Paniai tahun 2009, dia katakan kepada saya begini, waktu Tuhan Yesus mau datang, kita akan lihat, apakah Tuhan Yesus injak kakinya melalui gereja kamu KINGMI atau melalui persekutuan kami Tubuh Kristus.

Wah saya heran ini ajaran dari mana dan ayat firman Tuhan Allah apa yang mereka ikuti.

Saya sampaikan tidak ada ayat firman yang mengatakan demikian bahwa agama Kristen manapun yang ada di dunia, salah satu agama atau denominasi gereja yg ada didunia ato salah satu persekutuan yang ada didunia ini untuk di khususkan/dispesialkan untuk menjadi tuan Rumah dalam rangka penjemputan kedatangan Tuhan Yesus yg dimaksudkan itu.

Ini kekeliruan besar yang Tubuh Kristus ajarkan kepada umat orang orang kampung awam.

Pimpinan tubuh Kristus adalah orang orang pintar ASN di Paniai, Deiyai dan Dogiyai.

Yang kedua persekutuan KASIH  yang pernah tersebar di Paniai, berpusat  di uwebutu tahun 1999an. Banyak anggota dari Gereja kami kingmi di Obano terlibat didalam persekutuan itu.

Untuk memastikan  persekutuan KASIH ini apakah  benar benar ajaran Tuhan atau penyesat adalah saya pernah tahu rahasia mereka tahun 1997.

Seorang ibu dari jemaat kami di Obano, ibu itu salah satu anggota mereka, pada suatu saat hari Minggu, waktu itu dia mandi di pelabuhan Obano,  selembar kertas terjatuh tempat ibu itu  mandi, selembar kertas itu ada tulisan didapat oleh adik laki2 saya, isinya adalah bahan pelajaran mingguan  bahwa :

1. Dr. Benny Giay dan Dr. Noak nawipa berjuang Irian jaya mau merdeka itu karena tidak dapat KURSIH di surga maka cari kedudukanNi didunia....JD jangan percaya dan gabung didalam irian jaya merdeka itu.

Dll Banyak hal yang tidak dituliskan disini.

Untuk itu ini tantangan bagi gereja dan masyarakat dilingkungan gereja Kingmi dan Gereja Katolik di meuwo JD mari kita memberikan buka ruang memberikan pemahaman pada orang orang disekitar kita jika kita curigai mereka adalah kelompok itu.

Lebih baik kita cegah untuk di meuwo tidak boleh embel embel ajaran palsu itu.

Agama Kristen Protestan KINGMI dan KHATOLIK memberikan kita segala pengetahuan yang baik, baik di bidang pendidikan pemerintah bahkan di bidang ajaran Tuhan yang benar tetapi akhir akhir  ini dari sejak kecil mereka di didik dan dibesarkan kembali menyangkal  mulai terjadi akibat masuknya roh roh hipnotis.................itu.....

Salah satu ajaran sesat yang sedang aktif di  Paniai Barat adalah tangan kanan pegang Alkitab dan tangan kiri pegang ayam kemudian potong ayam tumpahkan darah ayam di kepala orang sakit, didalam kelompok itu ada seorang sarjana.

Saya pernah diskusi dgn Pace sarjana itu bahwa sobat hati hati jangan melawan Ajaran Tuhan Allah. Ajaran perjanjian lama bedah dgn setelah Tuhan Yesus ada diatas muka  bumi ini, Pace sarjana itu menyampaikan sobat harus pahami tiga hukum yakni hukum pemerintah , hukum Tuhan dan Hukum adat.

Dari sejak itu saya paham kelompok itu di kendalikan roh roh dunia bukan Roh berasal dari Allah'.

Kemudian untuk KKR dari luar Papua masuk di tanah Papua juga harus di uji dgn iman dan kepercayaan kita , karena soal pengetahuan tentang kehidupan surga/Neraka dan dunia ini kita sudah dididik oleh kita punya pimpinan gereja baik KINGMI dan KHATOLIK di meuwo...

// By Elia W Keiya//



BALASAN DARI KEIYA MECKY UNTUK KEIYA W ELIA

Tanggapan kami untuk keiya w elia bahwa negara Indonesia mempunyai standar Sanksi Hukum yang memenuhi ketika Menghalangi Orang Melaksanakan Ibadah Kategori:Hak Asasi Manusia
Pada dasarnya, Negara Republik Indonesia menjamin kebebasan beragama setiap orang dan hak setiap orang untuk beribadah sesuai dengan agamanya. Hal ini tercermin dari beberapa pasal dalam peraturan perundang-undangan berikut ini:
1.Pasal 28 E ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)
Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
2.Pasal 29 ayat (2) UUD 1945
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
3.Pasal 4 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM)
Hak. untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.
4.Pasal 22 UU HAM
(1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
(2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
5.Pasal 80 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan)
Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.
Sayangnya, UU HAM tidak ada memberikan sanksi bagi orang yang melanggar ketentuan dalam Pasal 22 UU HAM.
Akan tetapi, bagi orang yang menghalang-halangi kegiatan ibadah yang dilakukan di tempat ibadah, dapat dijerat dengan Pasal 175 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan, atau upacara keagamaan yang diizinkan, atau upacara penguburan jenazah, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.
Mengenai Pasal 175 KUHP ini, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan:
1.pertemuan umum agama adalah semua pertemuan yang bermaksud untuk melakukan kebaktian agama;
2.upacara agama adalah kebaktian agama yang diadakan baik di gereja, mesjid, atau di tempat-tempat lain yang lazim dipergunakan untuk itu;
3.upacara penguburan mayat adalah baik yang dilakukan waktu masih ada di rumah, baik waktu sedang berada di perjalanan ke kubur, maupun di makam tempat mengubur.
Lebih lanjut, R. Soesilo mengatakan bahwa syarat yang penting adalah bahwa pertemuan umum agama tersebut tidak dilarang oleh negara.
Sedangkan, pelanggaran atas Pasal 80 UU Ketenagakerjaan, mengenai hak pekerja melakukan ibadah agamanya, juga dapat dipidana sebagaimana terdapat dalam Pasal 185 UU Ketenagakerjaan:
Pasal 185 UU Ketenagakerjaan
(1) Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7), dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah).
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan.
Jadi pada dasarnya negara menjamin kebebasan semua orang untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. Akan tetapi memang mengenai pelanggaran atas Pasal 22 UU HAM, tidak ada ketentuan sanksinya. Ketentuan dalam KUHP pun terlihat kurang mengakomodasi perbuatan seseorang yang melarang orang lain melaksanakan ibadah agamanya dalam hal pelaksanaan ibadah tersebut dilakukan secara individu (bukan dalam bentuk kebaktian atau ibadah yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain dalam suatu tempat ibadah).
Demikian jawaban dari keiya Mecky  untuk keiya w elia, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
1.Undang-Undang Dasar 1945;
2.Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
3.Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
4.Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


Minggu, 28 Oktober 2018

HUKUM, POLITIK, DAN KUASA ALLAH.



Di Dunia, banyak umat Tuhan  yang buta permasalahan hukum dan politik. Konsekuensinya: (Kisah 16:1) Umat seringkali dilecehkan oleh pihak lain, (Kisah 16:2) Ibadah tidak berdaya untuk memberdayakan jemaatnya berkiprah di bidang ini, (Kisah 16:3) Ibadah 'mengagungkan' kuasa Tuhan secara ekstrim sehingga mengharamkan segala bentuk pemberdayaan intelektual demi kepentingan Ibadanya. Paulus memberikan teladan bagi Ibadah dalam mengkombinasikan kuasa Allah yang menyertainya dengan hukum dan politik yang ia kuasai.

Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi karena kelicikan para tuan hamba perempuan yang sudah bertobat itu, yang mengangkat hukum sebagai isu utama untuk menutupi isu ekonomi (Kisah 16:21). Dakwaan yang dijatuhkan sudah memenuhi aspek legal, karena hukum Romawi melarang warga negaranya menjalankan tata ibadah sebuah agama yang belum disahkan oleh pemerintah setempat, namun biasanya ada toleransi sejauh Ibadahnya itu tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik (Kisah 16:20-21). Di penjara, Paulus dan Silas tetap berdoa seperti yang diajarkan oleh Yesus (Luk. 18:1) dan memuji Tuhan sebagai tanda sukacita. Kesukacitaan di tengah penderitaan yang tidak seharusnya dialami, memanifestasikan keselamatan sejati yang selalu mengatasi segala keadaan. Kuasa kesaksian mereka diperkuat oleh Allah dengan gempa bumi yang mendobrak pintu penjara dan belenggu mereka. Peristiwa ini dan firman Tuhan yang diberitakan Paulus membawa kepala penjara dan seluruh keluarganya kepada keselamatan.

Mengapa mereka tidak segera keluar dan mengapa baru sekarang mereka menggugat (Kisah 16:37)? (Kisah 16:1) mereka ingin menegaskan bahwa kuasa Allah melebihi segala kekuatan hukum yang dimilikinya sebagai warga negara Romawi, yang tidak boleh didera dan dipenjara tanpa proses pengadilan. (Kisah 16:2) ia ingin mengajar para pejabat pemerintah bahwa orang  beriman  tidak bisa diremehkan dan dilecehkan begitu saja secara hukum dan politik karena mereka 'melek' hukum. (Kisah 16:3) Orang beriman  bukanlah agamawi 'murahan' karena dianut oleh warga negara Romawi yang terhormat.

Sabtu, 27 Oktober 2018

PENGAKUAN AKAN TUHAN YESUS KRISTUS

Pengakuan kita terhadap seseorang menunjukkan bahwa kita bukan sekadar tahu namanya, tetapi juga diri orang tersebut secara menyeluruh (Matius 27:17) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

Yesus Kristus mengkonfirmasi pengenalan para murid tentang siapakah diri-Nya sewaktu mereka di wilayah Kaisarea Filipi. Yesus Kristus menanyakan pendapat orang, kemudian pendapat murid-murid sendiri (Markus 8:27-29). Variasi penyebutan nama Yesus Kristus oleh orang lain maupun murid-murid menunjukkan pemahaman dan harapan mereka tentang Dia. Petrus menjawab Yesus Kristus adalah Mesias. Penyebutan ini harusnya disertai pemahaman tugas kemesiasan Yesus Kristus. Tetapi, Yesus Kristus tidak ingin identitas-Nya diberitakan saat itu (Markus 8:30). Hal ini mengingat penderitaan yang akan segera dialami-Nya (Markus 8:31). Keterusterangan Yesus Kristus dibantah oleh Petrus (Markus 8:32). Karena itu Yesus Kristus menegurnya secara keras dengan sebutan Iblis (Markus 8:33). Petrus memikirkan Mesias yang dikehendakinya, bukan yang diinginkan Allah.

Yesus memaparkan syarat- syarat mengikuti-Nya dengan cara menyangkal diri, memikul salib, dan rela kehilangan nyawanya (Markus 8:34-37). Yesus Kristus menuntut pengakuan akan diri-Nya di tengah-tengah orang berdosa ini (Markus 8:38-39). Yesus Kristus juga menyatakan ada orang di antara mereka yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah tanpa mengalami kematian [mungkin kematian fisik, lebih tepat kematian rohani] (Markus 9:1).

Tuhan menginginkan kita berani mengakui-Nya dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Pengakuan di mulut saja tidak cukup. Tuhan menginginkan kita juga memahami pikiran, rencana, dan syarat-syarat mengikut- Nya. Ketika kita mengakui Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Mesias bagi diri kita, maka kita harus menerima cara-Nya menyelamatkan kita. Meski berat, itu semua menunjukkan pengakuan yang benar akan Tuhan sehingga dapat menjadi kesaksian bagi orang lain lewat kehidupan kita.

Akuilah Tuhan Yesus Kristus dalam hidupmu. Taati dan lakukan segala perintah-Nya! Jangan ciptakan Tuhan Yesus Kristus menurut pemikiran dan keinginan kita. Dengan begitu, Tuhan Yesus Kristus akan diakui dalam mulut dan tindakan kita.

Jumat, 26 Oktober 2018

"SINGA PAPUA " SUDAH MENDEKAT

Ada yang mengatakan, hidup manusia kini terkotak-kotak. Pengalaman rohani punya ruang tersendiri, sementara peristiwa ekonomi atau politik misalnya, merupakan ranah yang berbeda. Dikotomi ini tidak ada dalam masyarakat Ibrani kuno. Dalam nubuat Yeremia, ancaman militer dari utara dilihat dalam hubungan yang tak terpisahkan dengan ketaatan umat kepada Tuhan. Bahkan, Tuhan sendirilah penyebabnya: "Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar" (Yeremia 4:6).

Siapakah musuh yang membawa petaka bagi Yehuda? Kita tidak mempunyai informasi yang jelas. Bila dilihat dari jalur yang biasa ditempuh, "utara" merupakan arah masuk ke Palestina yang lazim dari Babel atau Asyur. Boleh jadi, yang dia bayangkan adalah pasukan Babel yang kelak menamatkan riwayat kerajaan Yehuda (Yer. 32). Namun dalam teks hari ini, musuh yang memangsa umat yang tidak taat itu digambarkan sebagai singa, suatu gambaran yang kerap digunakan dalam nubuat para nabi (Yes. 5:29; Nah. 2:12; Yeh. 32:2). Kegentingan bencana yang menghampiri digambarkan bagai gejala alam: "angin panas" dan "angin keras" yang datang atas perintahTuhan (Yer. 4:11-12). Musuh memang akan mengepung dengan kuda yang lebih tangkas daripada rajawali (Yeremia 4:13), tetapi dibalik semua itu Tuhanlah yang bangkit melawan umat!

Mengapa bencana yang menghampiri umat luput dari pemberitaan atau peringatan imam dan nabi (Yer. 4:9)? Kita menemukan jawaban yang lebih terang di bagian lain. Rupanya, mereka mengejar laba dengan tipu daya, dengan memberitakan "damai sejahtera" (Yer. 6:13-14), tetapi Tuhan yang dituduh memperdaya mereka (Yeremia 4:10)! Masihkah ada harapan dalam bencana yang membayangi? Dalam nubuat Yeremia, jawabannya adalah "ya". Sebab, malapetaka nasional adalah hukuman atas umat yang memberontak kepada Tuhan (Yeremia 4:17-18). Itu sebabnya, nabi berseru: "Bersihkanlah hatimu dari kejahatan!" (Yeremia 4:14). Maka jika suatu bangsa tak henti diterpa bencana, baik alam, ekonomi, atau politik, bukankah seruan ini harus didengarkan dan diperdengarkan?

Kamis, 25 Oktober 2018

ALLAH RINDU UMAT-NYA HARUS BERTOBAT

Benci tapi rindu mungkin tepat menggambarkan orang yang sakit hati karena dikhianati kekasihnya, namun pada saat yang sama masih mengasihi kekasihnya itu. Meski ungkapan ini tidak sepenuhnya tepat dikenakan pada Tuhan, namun kini kita melihat kerinduan hati Tuhan yang terdalam di balik murka-Nya atas umat yang berkhianat.

Allah bertalu-talu membujuk umat-Nya agar meninggalkan berhala dan kembali kepada-Nya, bertobat dengan tulus dari dalam hati (Yeremia 4:1-4). Jika saja Israel menyambut bujukan Allah tersebut, niscaya hubungan mesra umat dengan Allah akan pulih kembali (Yeremia 4:18). Bangsa-bangsa akan terimbas damai dari Tuhan (2b), bahkan pembaruan ekonomi akan terjadi (3b). Sayang bujukan ini tetap saja mereka abaikan.

Rupanya hanya dengan pukulan keraslah mereka baru bisa sadar dan kapok. Itu yang "terpaksa" Allah lakukan atas mereka dengan membiarkan musuh mereka menjajah dan menjarah (Yeremia 4:5-13). Pukulan keras yang berupa "hukuman" bukan lagi sekadar pemurnian (Yeremia 4:11-12), tetapi cara terakhir Allah agar umat-Nya bertobat. Saya membayangkan Allah menitikkan air mata kepedihan, kegundahan, duka mendalam, oleh karena Ia harus menurunkan tangan keras-Nya untuk mencegah umat-Nya binasa.

Kasih orang tua yang panjang sabar ada batasnya. Kadang kita melihat di koran, pernyataan orang tua yang memutus hubungan dengan seorang anaknya. Kita tidak tahu apakah di hati kecil mereka, orang tua itu berharap anak tersebut berinisiatif datang kepadanya dan meminta ampun. Namun hati Bapa Surgawi jauh lebih lapang daripada orang tua mana pun. Dia bahkan menyerahkan Anak tunggal-Nya agar kita tidak menerima hukuman kekal akibat kebebalan dosa kita.

Rabu, 10 Oktober 2018

TIDAK ADA YANG TERLALU BESAR DAN KUAT!

Terkadang kita tidak berani melangkah karena melihat tantangan di depan terlalu besar dan kuat. Teks ini mengajarkan kita melihat tantangan itu dari sudut pandang Allah. Israel menghadapi perang yang berbeda dengan peperangan antara kerajaan-kerajaan. Dalam rangkaian penaklukan tanah Kanaan, Tuhan yang mengarahkan kapan mereka harus berangkat dan maju. Kali ini mereka bergerak menuju Basan. Di sana ada kerajaan Basan yang sangat kuat. Bersama tentaranya, ia berusaha menghadang bangsa Israel (Ulangan 3:1). Israel sudah tahu kalau mereka akan menang. Namun, mereka tidak perlu takut karena Tuhan sudah menyerahkan Og, raja Basan dan seluruh kerajaannya (Ulangan 3:2-4, 6). Bagi Tuhan tidak ada orang atau kerajaan yang terlalu kuat, tidak ada tembok yang terlalu tinggi, dan kota berkubu yang tidak dapat ditaklukkan (Ulangan 3:5). Israel hanya mengambil hewan sebagai jarahan untuk mereka (Ulangan 3:7). Demikian pula dengan raja Amori. Ia berpikir bahwa kerajaannya cukup kuat. Itu pun ditaklukkan (Ulangan 3:8-10), bahkan raja Og yang termasuk orang berbadan besar pada masa itu bertekuk lutut di hadapan bangsa Israel. Og memiliki tempat tidur dari besi yang berukuran panjang 9 hasta = 4 meter, dan lebar 4 hasta= 1, 8 meter (Ulangan 3:11). Tidak ada satu orang pun di dunia yang lebih perkasa daripada Tuhan kita. Tidak ada satu tempat atau apa pun yang tidak dapat Tuhan taklukkan. Ketika sesuatu telah Tuhan tetapkan maka hal itu harus menjadi milik umat-Nya; Tuhan akan buka jalan dan bekerja untuk umat-Nya. Bila demikian, adakah suatu hal atau orang yang perlu kita takuti? Perlukah kita merasa ragu untuk melakukan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan? Tuhan sudah jamin bahwa semua tantangan akan ditaklukkan untuk kita. Seberat dan sehebat apa pun rintangan di depan, yang perlu kita lakukan hanyalah melangkah dan melaksanakan tugas dari Tuhan.

Rabu, 03 Oktober 2018

AMNESIA ROHANI


Amnesia adalah sebuah kondisi di mana seseorang kehilangan ingatan dan melupakan nama, informasi atau pun peristiwa penting di masa lalunya. Penyebabnya bisa jadi karena kerusakan otak atau pun peristiwa traumatis. Tentu saja amnesia adalah kondisi yang langka dan jarang ditemui secara medis. Namun secara religius, tampaknya amnesia rohani terus menjadi wabah berbahaya yang menyebar secara masif dan menjangkiti banyak orang percaya. lebih khusus di Papua namun Musa mengingatkan bahwa situasi paling mengerikan yang bisa dialami orang Israel adalah "melupakan TUHAN" (Ulangan 6:12). Di tengah gelimang kemakmuran yang bisa mereka nikmati di tanah Perjanjian (Ulangan 6:10-11), bahaya terbesar justru timbul ketika mereka lupa Tuhan dan akhirnya lupa diri. Dikatakan bahaya terbesar karena mereka berpaling kepada ilah-ilah lain dan melanggar pengakuan bahwa Allah itu esa dan harus dikasihi dengan totalitas hidup (Ulangan 6:14-15, bdk. 4-9). Tidak heran Musa perlu mengingatkan tentang hal ini sebab amnesia rohani tersebut membawa akibat yang mengerikan (Ulangan 6:15). Adapun salah satu "resep" yang Musa berikan untuk menghindari amnesia rohani ini yaitu berupa ketaatan terhadap "perintah, peringatan, dan ketetapan" dari-Nya (Ulangan 6:17). Ketika ketaatan ini menjadi sebuah gaya hidup yang akhirnya diteladankan dan diwariskan kepada keturunan mereka (bdk. 6-7), tentu tidak mengherankan jika timbul pertanyaan mengenai artinya (Ulangan 6:20). Menariknya, jawaban yang Musa anjurkan sekali lagi adalah dalam wujud pengingatan akan karya Tuhan terhadap umat-Nya di masa lampau (Ulangan 6:21-25). Peringatan Musa sangat relevan untuk kehidupan kita hari ini. Acap kali, sadar maupun tidak sadar, kita juga mengalami "amnesia rohani" dengan cara melupakan Tuhan dan peringatan, perintah serta ketetapan-Nya. Melupakan Tuhan menjadikan kita lupa diri dan akhirnya juga hidup menyimpang jauh dari rancangan-Nya.

Selasa, 02 Oktober 2018

AGENDA HAMPIR MAU SELESAI

Negeri yang dijanjikan Tuhan ternyata tidak dimiliki semudah membalik telapak tangan. Negeri yang berlimpah susu dan madu itu harus ditaklukkan dan dimiliki sepenuhnya. Akan tetapi, masih ada daerah- daerah yang belum direbut, karena itu orang percaya masih harus berperang terus (Yosua 13:1-7). Tuhan sudah berjanji akan menghalau para musuh itu (Yos 13:6a), namun orang percaya masa kini menghadapi berbagai masalah intern. Yosua sudah tua, maka perlu penyiapan pemimpin baru. Sebagian suku yang sudah mendapat tanah cenderung cepat berpuas diri. Selain dua hal itu, pembagian tanah juga harus dilakukan dengan adil, jujur, berani dan berwawasan. Ternyata sudah berhasil menang pun masih banyak tugas dan masalah yang harus diselesaikan apabila kita periksa lebih teliti mengapa agenda penaklukan Tanah Perjanjian ini tidak juga selesai, jawabnya tidak sederhana. Sebagian karena faktor manusiawi: lanjut usia, tenaga mulai kurang, misalnya. Mudah puas, tidak konsisten berjuang, kemapanan, adalah godaan yang harus diatasi agar umat Tuhan tidak berhenti bertumbuh. Yosua diminta terus bergantung pada Tuhan, sama seperti dulu ketika Tuhan menghancurkan musuh-musuh Israel.

Perjuangan untuk menang bukan saja berlangsung di masa perang, tetapi juga saat kemenangan dan keberhasilan sedang mulai kita nikmati. Untuk orang beriman, perjuangan dan peperangan tidak pernah usai. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin terang kemuliaan-Nya akan menyadarkan kita banyak hal tersembunyi yang tak layak di hadapan-Nya tertanam dalam diri kita. Semakin kita sudah mengalami keberhasilan baik dalam pembentukan watak maupun pelayanan, pekerjaan, semakin kita perlu berjaga-jaga agar kita tidak terlena. Keterlenaan bisa membuat sifat egois dosa muncul lagi, bisa juga meredam hasrat juang

Senin, 30 Juli 2018

JANGAN GAMPANG CURIGA ANTARA KITA

Kecurigaan yang berlebihan jelas tidak menguntungkan. Bukan hanya membuat hati kita tidak tenang, tetapi dapat juga menghancurkan relasi dengan sesama. Setidaknya hal ini tampak dari pengalaman Hanun, raja orang Amon. Hanun mencurigai niat baik Daud yang hendak menyampaikan rasa simpati atas kematian ayahnya. Saking curiganya, Hanun memperlakukan para utusan Daud dengan sangat tidak tidak hormat. Mereka bukan hanya ditangkap, janggut mereka juga dicukur sampai setengahnya, dan pakaian mereka pun dipotong hingga menyingkap bagian tubuh yang tak pantas terlihat. Tindakan itu bukan hanya menghina dan mempermalukan para utusan Daud, tetapi secara tidak langsung berarti menghina Daud juga. Sebab dalam budaya zaman itu, janggut menandakan kearifan dan derajat seseorang. Kaum laki-laki Israel membiarkan janggut memenuhi dagu dan rahang mereka untuk membedakan statusnya dengan para budak. Yang berdagu licin (tidak berjanggut) adalah kaum budak. Dengan demikian Hanun bukan hanya menolak tawaran persahabatan Daud, tetapi juga merendahkan derajat umat Israel setara budak. Sekali pun demikian, tidak ada petunjuk dalam teks yang menyatakan bahwa Daud marah atas ulah Hanun tersebut. Akan tetapi Hanun yang sudah dikuasai rasa curiga berlebihan kepada Daud kembali melakukan tindakan yang berakibat merugikan dirinya. Ia menyiapkan pasukannya untuk berperang melawan Daud. Bahkan ia menyewa puluhan ribu pasukan dari raja negeri Maakha, orang-orang Aram, dan orang-orang Tob (2 Samuel 10:6). Sedangkan Daud hanya mengirim Yoab dan pasukannya untuk menghadapi serangan Hanun. Alangkah berbahayanya jika sikap curiga menguasai pikiran kita. Kecurigaan yang membabi buta tidak membuahkan apapun yang baik. Maka jika ada keraguan di hati, mintalah petunjuk Tuhan melalui doa dan firman-Nya. Satu lagi hal lain yang mungkin berguna untuk dilakukan adalah de-ngan memperbanyak senyum di wajah Anda.

Sabtu, 21 Juli 2018

JANGAN MUDAH PERCAYA

Banyak penipuan terjadi dan terus berkembang dalam berbagai cara: mengaku petugas telkom ternyata berniat merampok, mengaku seorang sales dari perusahaan tertentu ternyata penjual barang tiruan, mengaku seorang pengasuh anak ternyata penculik anak, dan masih banyak lagi bentuk lainnya. Untuk menghindarinya biasanya kita menanyakan kartu identitas mereka, namun itu pun tidak menjamin terhindar dari penipuan. Kita harus menanyakan keaslian tanda pengenal tersebut kepada instansi yang bersangkutan.

Betapa pun sulitnya menguji status dan identitas seseorang, masih lebih mudah dibandingkan menguji roh, apakah seseorang berasal dari Allah atau bukan. Siapa saja yang bukan dari Allah adalah nabi-nabi palsu yang tidak menyuarakan kebenaran, karena mereka tidak mengakui Kristus. Mereka berbicara mengenai dunia kepada dunia dan dunia mendengarkan mereka. Sebaliknya siapa yang berasal dari Allah pasti mengakui Yesus Kristus dan menyuarakan kebenaran. Dunia memang tidak mau mendengarkan, tetapi orang- orang yang mengenal Allah mau mendengarkannya. Lalu bagaimana kita menguji seseorang dari Allah atau bukan? Seseorang bukan dari Allah akan melakukan segala sesuatu untuk menyenangkan dunia: mengikuti cara dunia, menceritakan yang enak didengar telinga, menjanjikan sesuatu kenikmatan dengan cara mudah, memanipulasi kebahagiaan, mencemarkan hidup demi kepuasan, dan tidak menghargai hidup pemberian Tuhan. Semuanya ini tidak mungkin dilakukan oleh anak-anak Allah, yang senantiasa memikirkan, mendengarkan, mengajarkan, melakukan, dan mengatakan apa yang benar.

Anak-anak Allah dan nabi-nabi palsu memang tidak pernah bersatu, keduanya akan selalu berperang. Namun anak-anak Allah telah mengalahkan nabi-nabi palsu, karena Roh Allah lebih berkuasa dari roh dunia. Anak-anak Allah tidak perlu takut menghadapi nabi-nabi palsu, bila tetap memberitakan firman Tuhan dengan keberanian dan kekuatan Roh Kudus. Kemenangan bukan berasal dari kekuatan diri dan bukan merupakan kemenangan fisik, tetapi kemenangan rohani karena Allah sendiri yang telah, sedang, dan tetap berperang bagi kita.[keiyam]